Latest News

Pengertian Filsafat Dakwah

Rabu, 16 Februari 2011 , Posted by Hasan Ismail at 00.40

Arti Filsafat Dakwah

Filsafat dakwah adalah filsafat khusus yang berkaitan dengan dakwah sebagai relasi dan aktualisasi imani manusia dengan agama Islam, Allah dan alam (lingkungan, dunia).6
Secara filosofis yang hendak dikaji dalam filsafat dakwah adalah hakikat dakwah yaitu apa sebenarnya dakwah itu, maka yang dikaji adalah sebenarnya keseluruhan dari proses komunikasi, transformasi ajaran dan nilai-nilai Islam serta proses internalisasi, pengalaman dan pentradisian ajaran dan nilai-nilai Islam, perubahan keyakinan, sikap dan perilaku pada manusia dalam relasinya dengan Allah SWT, sesama manusia dan alam lingkungannya.

Filsafat dakwah juga berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari secara kritis dan mendalam tentang dakwah dan respon terhadap dakwah yang dilakukan oleh para dai atau mubaligh, sehingga orang yang didakwahi dapat menjadi manusia-manusia yang baik dalam arti beriman, berakhlak mulia seperti yang diajarkan oleh islam dan pada gilirannya dapat melakukan kerja pembangunan (islah), membangun kehidupan yang damai, harmonis dan sejahtera dalam rangka mewujudkan kerahmatan Allah di dunia.
Dengan demikian filsafat dakwah akan mempelajari secara kritis dan mendalam mengapa ajaran dan nilai-nilai Islam perlu dikomunikasikan, disosialisasikan, dididikan dan diamalkan. Jadi kerja filsafat dakwah adalah mengumpulkan pengetahuan tentang dakwah sebanyak-banyaknya, kemudian dianalisis, dibandingkan, dikritisi untuk menemukan hakekat dakwah tersebut.
Dengan kata lain dengan mengumpulkan pengetahuan tentang dakwah itu, diharapkan dapat memberikan jawaban secara tepat tentang apa, mengapa, dan bagaimana dakwah tersebut. Oleh sebab, itu pembahasan filsafat dakwah tidak dapat dilepaskan dari Allah, Islam, manusia serta lingkungan (bumi, alam) di mana terjadi proses dakwah.

Kajian filsafat dakwah pada dasarnya membicarakan empat aspek pokok yaitu :

  1. Tentang apa yang harus diyakini umat islam dalam kehidupannya. Kajian ini berkembang menjadi filsafat ketuhanan.
  2. Tentang siapa yang meyakini Tuhan tersebut. Kajian ini berkembang menjadi filsafat manusia.
  3. Dimana manusia itu berada. Berkembang menjadi filsafat alam.
  4. Bagaimana sikap dan tindak tanduk manusia baik terhadap Tuhan, alam dan manusia itu sendiri.
Apabila kami (Shinta, Syariffudin, Slamet) dari pemakalah menyimpulkan arti filsafat, dakwah dan filsafat dakwah dari berbagai sumber yang kami ketahui dari internet dan buku adalah :
Filsafat dakwah memiliki dua istilah yang berbeda, baik perbedaan dalam terminologis, sejarah lahir, maupun paradigma yang digunakan. Filsafat muncul dan berkembang dari Yunani. Kemudian masuk ke dunia Islam. Sedangkan dakwah lahir dan berkembang sejak manusia ada di dunia ini. Kalau filsafat lebih mngutamakan logika dalam menangkap dan memahami dari fenomena yang maujud, seperti Tuhan, manusia dan alam, maka dakwah Islam menekankan aspek transmisi dan agen untuk menyuarakan ketiga aspek tersebut kepada manusia.
Filsafat dan dakwah memiliki kesamaan objek yaitu manusia. Dalam perumpamaan filsafat yang kita ibaratkan bagaikan dapur yang menyediakan berbagai masakan untuk dihidangkan. Sedangkan dakwah bagaikan tukang yang menyajikan makanan. Dengan demikian filsafat memiliki peran dalam mencari, menemukan hakikat kebenaran sesuatu sedangkan dakwah berperan menyuarakan, menginformasikan kebenaran. Hubungan antara filsafat dengan dakwah berkaitan erat seperti dua sisi mata uang yang tidak terpisah satu dengan yang lainnya.
Kebenaran adalah poin penting yang harus diungkap oleh ilmu pengetahuan. Akal manusia cenderung mencari kebenaran. Maka di sini dapat dipadukan antara kebenaran yang diinformasikan oleh Islam dengan analisa akal akan kebenaran itu. Ada kebenaran yang datang dari Islam dan kebenaran akibat memahami ajaran Islam.




Currently have 1 comments:

  1. asakus says:

    wah lumayan ngerti tentang dakwah, jzklh ya akh, ukt :)

Leave a Reply

Poskan Komentar