Find the Magic HERE!!!
Latest News
Tampilkan postingan dengan label Komunikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunikasi. Tampilkan semua postingan

Pengertian Aktor

Posted by Hasan Ismail on Senin, 12 Maret 2012 , under | comments (13)



Pengertian Aktor

Menurut Kamus Ensiklopedia , Aktor adalah Pria yang berperan sebagai pelaku dipementasan cerita, drama dan sebagainnya. Dipanggung radio televise atau film, orang yang berperan disatu kejadian penting.

Syarat Presenter

Posted by Hasan Ismail on Minggu, 11 Maret 2012 , under | comments (7)



PRA-SYARAT MENJADI PRESENTER

Menurut RM. Hartoko , untuk menjadi penyiar TV yang baik, diperlukan kepribadian yang tepat. Ia menyebutkan beberapa prasyarat untuk menjadi presenter televise yang baik, yakni :

  1. Penampilan yang baik dan perlu didukung pula oleh watak dan pengalaman. Tidak cukup hanya good looking wanita cantik atau pria tampan. Bagi wanita diperlukan wajah yang menarik serta pengawakan yang baik, sedangkan bagi pria perlu memilki kemampuan membawakan dirinya.
  2. Kecerdasan pikiran yang meliputi pengetahuan umum, penguasaan bahasa, daya peneyesuaian dan daya ingatan yang kuat sehingga mampu mebawakan announcements di depan kamera dengan enak dan jelas, tanpa membaca kalau perlu semua hafal dan dilatih sendiri sesempatnya dalam menit-menit sebelum tampil.
  3. Keramahan yang tidak berlebihan sampai over friendly yang dapat menjengkelkan dan menjdai tidak wajar.
  4. Jenis suara yang epat dengan warna suara yang menyenangkan untuk didengardan memilki wibawa yang mantab.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa prasyarat bagi calon presenter yang baik adalah seorang yang enak dilihat dan enak didengarkan dalam membawakan acara siaran, serta menunjukan kepribadian yang wajar. Kebanyakan orang merasa malu ( self conscious ) atau gugup bila menghadapi mikrofon dan kamera TV. Penyiar TV harus dapat mengatasi “ demam mikrofon”, “demam kamera” dan ‘ demam panggung”. Penyiar TV juga harus bisa mengendalikan sikap/gerakan dan perasaan ( motions /emotions ) dalam memelihara intimacy ( kedekatan ) dengan pemirsa melalui kontak mata ( eye contack ).

Hartoko menambahkan, masalah mental yang dihadapi oleh setiap penyiar TV ialah bagaimana supaya merasa akrab setullusnya terhadap penerima yang terdiri atas pemirsa yang tidak dilihatnya. Dalam pendekatan harus pula punya rasa berhubungan perorangan, berbicara kepada lensa kamera dengan nada percakapan 9 conversational tone ). Penyiar TV yang baik selalu menyadari bahwa ia menghadapi pemirsa-pemirsa sebagai ‘human being’, karena itu memerlukan pula pengalaman dalam pergaulan dengan orang banyak. (Sumber : Jurnalistik televisi “ Teori dan Praktik “, Askurifai Baksin ; Simbiosa Rekatama Media h. 151)

Jenis - Jenis Presenter/Penyiar

Posted by Hasan Ismail on Sabtu, 10 Maret 2012 , under | comments (1)



Jenis - Jenis Presenter/Penyiar

Penyiar atau Presenter televise terbagi atau tergolong menjadi 3 jenis, yaitu :

  • CONTINUITY PRESENTER
Presenter jenis ini adalah mereka yang bertugas mengantarkan acara-acara televise kepada pemirsa. Mereka berfungsi sebagai jeda atau perangkai dari satu acara ke acara lainnya. Penampilan mereka sangat santai. Biasanya mereka akan sedikit mengulas materi yang segera hadir, dengan tujuan mengajak dan menambah pemirsa agar tidak berganti channel ke stasiun TV lainnya. Selain itu penyiar ini sering memberikan kiat khusus berkaitan dengan aktivitas sehari-hari. Keberadaan continuity Presenter ini cukup membantu memasarkan sebuah acara.

  • HOST
Secara umum Host digambarkan sebagai orang yang memegang sebuah acara tertentu. Keberadaan host biasanya identik dengan acara yang dibawakan nya. Dengan demikian selain jenis acara, figure host yang bersangkutan juga memegang peranan penting. Kehadiran seorang host yang berkarakter akan menjadi daya tarik sebuah acara. Jika host ya tidak berkarakter maka bisa jadi acara tersebut segera ditinggalkan pemirsanya.
Untuk itusetiap produser sebuah acara harus betul-betul selektif memilih Host artinya, pertimbangan pemilihannya tidak didasarkan dari kecantikannya atau postur tubuhnya atau dandanannya serta popularitasnya, tapi dari integritasnya dan karakternya. Sering kita lihat acara di TV berganti-ganti host hanya karena masalah karakter.

Sebagai contoh Tukul arwana sebagai host dari Bukan empat mata, atau Dahsyat dengan host nya Trio ROL ( Raffi, Olga, Luna ), Dorce dengan Dorce Show nya mereka memilki karakteristik yang sangat kuat tidak hanya mengandalkan kecantikan atau ketampanan tetapi juga pembawaan.

  • ANCHOR
Jenis presenter yang ketiga ini adalah anchor, jika istilah host lebih banyak digunakan kepada seseorang yang membawakan acara non-berita, maka istilah anchor khusus diberikan kepada seseorang yang membawakan atau menyajikan berita. Mari kami kenalkan istilah-istilah yang mungkin bisa menambah pengetahuan kita bersama dalam mempelajari mata kuliah ini .

Definisi Penyiar

Posted by Hasan Ismail on Jumat, 09 Maret 2012 , under | comments (1)



Pengertian Penyiar

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Penyiar adalah “ Orang yang menyiarkan dan penyeru pada radio. M.Habib Barri dalam bukunya yang berjudul “ Teknik dan Komunikasi penyiar Televisi dan Radio MC sebagai pengetahuan Praktis” menerangkan bahwa pengertian Penyiar adalah “ seorang yang bertugas menyebarkan ( syiar ) sesuatu atau lebih suatu Informasi yang terjamin akurasinya dengan menggunakan radio dengan tujuan untuk diketahui oleh pendengarnya, untuk dilaksanakan, dipatuhi, dan dipahami. Sedangkan menurut Thomdike dan Barnhart dalam bukunya yang berjudul “Junior Dictionary” mengatakan bahwa penyiar adalah person who make announcements over the radio ( orang yang memberitahukan sesuatu melalui Radio ).

Dan menurut Onong Uchjana effendi dalam bukunya “Radio siaran –Teori dan Praktek “ mengatakan Penyiar adalah Orang yang menyajikan materi siaran kepada para pendengar.

Chester, Garishon dan willis dalam bukunya “ Television and Radio “ mengatakan Penyiar dalam sebuah station memainkan banyak peranan, pada umumnya penyiar adalah juru bicara station radio siaran. Di belakang layar studio penyiar juga memiliki peranan penting yang memilki tugas lain sesuai keterampilan yang dimilkinya. Tentu saja penyiar adalah seorang penampil yang melakukan pekerjaan penyiaran, menyajikan produk komersial, menyiarkan berita/informasi, acting sebagai pembawa acara, pelawak, menghandle olahraga, pewawancara, diskusi, quiz, dan narasi.

Tips Reporter

Posted by Hasan Ismail on Kamis, 08 Maret 2012 , under | comments (1)



TIPS REPORTER STAND UP

Seorang reporter yang akan melakukan Stand up sebaiknya mempersiapkan diri secara prima. Ada beberapa tips yang perlu diperhatikan :
  1. Cek peralatan syuting ( kamera, mic, kabel, lampu ) sebelum melakukan stand up.
  2. Jika peralatan sudah siap kemudian siapkan fisik dan mental kita. Termasuk busana kita agar tidak kelihatan norak atau tidak enak dipandang.
  3. Pilihlah lokasi yang memungkinkan juru kamera leluasa mengambil gambar, termasuk soal penerangan dan gerakan kamera.
  4. Aturlah komposisi yang pas dengan cara tetap memperlihatkan latar belakang lokasi kejadian. Untuk mendapatkan komposisi yang baik maka gunakan Frame KS ( knee shot ) agar dibackground tetap terlihat pemirsa. atau bisa juga dengan LS (Long shot )
  5. Reporter tidak diharuskan ditempat tengah, tapisesuaikan dengan background lokasi kejadian. Jika dipaksakan centered bisa terkesan kaku dan background tidak mendukung.
  6. Buatlah catatan kecil sebagai pointer pada secari kertas yang memuat hal-hal penting.
  7. Jika kamera sudah ON maka mata harus selalu melihat lensa kamera. Lensa merupakan wakil mata penonton kalau sampai melenceng maka stand up gagal karena memutuskan kontak mata dengan pemirsa.
  8. Konsentrasi itu hal penting untuk kesempurnaan reportase kita.
  9. Kita tidak boleh terpaku seperti patung, gunakan gesture tubuh atau bila perlu bisa berjalan-jalan untuk mendeskripsikan suatu kejadian.
  10. Aturlah suara sebaik mungkin jangan gagap usahakan lancer dan jelas pengucapannya pakailah headphone untuk mengatur lembut keras suara.
  11. Tutuplah laporan sesuai dengan jenis beritanya yang dilaporkan, jika memperoleh hal sedih maka tutuplah degan suara dan mimic muka ikutan prihatin. Sebaiknya jika melaporkan hal-hal yang menggembirakan sunggingkan senyum ketika menutup laporan.

Yang penting adalah Improvisasi yang paling harus diperhatikan , untuk bisa improvisasi, seorang reporter harus banyak menambah wawasan dan juga mengasah kreativitas serta intelektualitas. Pada saat stand up itulah integritas, smart atau tidaknya seorang reporter dipertaruhkan. Biasanya pihak redaksi mempunyai pertimbangan khusus untuk reporter yang akan melakukan stand Up, sebab kredibilitas stasiun TV bisa tercoreng hanya karena segelintir reporter yang gagal melakukan stand Up. (Sumber : Jurnalistik televisi “ Teori dan Praktik “, Askurifai Baksin ; Simbiosa Rekatama Media h. 151)

Pengertian Reporter

Posted by Hasan Ismail on Senin, 27 Februari 2012 , under | comments (0)



Seseorang yang ditugaskan untuk melakukan liputan. Reporter diharapkan muncul dalam paket berita yang tengah dikerjakan. Sebelum kita mulai terjun kelapangan untuk melakukan kegiatan reportase atau peliputan , kita harus mengenal terlebih dahulu perbedaan antara membuat berita dan mengkreasikan ( menciptakan ) berita.

Yang dimaksud dengan membuat berita adalah reportase di lapangan tentang hal-hal yang sudah ditentukan lebih dulu, seperti undangan , press conference atau liputan terencana lainnya yang tematis. Istilah lain reportase model ini adalah liputan yang sudah direncanakan.

Sementara yang dimaksud dengan mengkreasikan ( menciptakan ) berita, adalah reportase di lapangan tentang hal-hal yang tak terduga atau belum direncanakan lebih dulu, seperti kecelakaan lalu lintas, bencana alam, dan kejadian tak terduga lainnya.

SENI MENDENGAR

Posted by Hasan Ismail on Senin, 04 Januari 2010 , under | comments (2)



SENI MENDENGAR
Berbicara sebagai keterampilan dasar manusia dalam berkomunikasi sering kita bahas, namun sangat sedikit yang mengulas bagaimana cara mendengar yang baik.
Rosulullah-pun mengingatkan, barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka ucapkanlah dengan kata-kata yang baik ataupun lebih baik diam. Alasannya masuk akal, sebab kata-kata kita kelak akan dipertanggungjawabkan (QS. 50:18), sehingga kita senantiasa dituntut untuk berhati-hati dalam berbicara dan bahkan nabi Musa AS ketika berhadapan dengan Firaun mengungkapkan doa : “…dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku supaya mereka mengerti perkataanku (QS. 20 : 27-28).
Sedangkan mendengar hampir sulit bisa dilakukan oleh kebanyakan orang, padahal dengan mendengarlah ilmu bisa diserap, sebuah masalah bisa dipecahkan dan sebuah gagasan bisa diwujudkan. Oleh karena manusia diciptakan Allah dengan satu mulut dan dua pendengaran yang seharusnya proporsi mendengar harus lebih banyak daripada berbicara. Rata-rata para pemimpin dunia memiliki kemampuan mendengar yang baik, selain kemampuan berbicara.
Sebagaimana diungkapkan oleh Benjamin Franklin mengungkapkan :
“Mengingat bahwa dalam pembicaraan pengetahuan lebih banyak diperoleh melalui telinga daripada melalui mulut. Saya memberikan tempat kedua kepada sikap diam diantara keutamaan yang hendak saya kembangkan”.(Betgerr, 1995:92)
Sedangkan Frank Betgerr (1996) mengungkapkan bahwa :
“dalam pembicaraan, pengetahuan lebih banyak diperoleh melalui telinga daripada melalui mulut, saya memberikan tempat kedua kepada sikap diam diatara keutamaan yang hendak saya kembangkan”.
Ketika berbicara, biasanya kita mendengarkan dalam salah satu dari lima tingkat :
1. Kita mungkin mengabaikan orang itu dan benar-benar tidak mendengarkannya.
2. Mungkin berpura-pura tidak mendengarkannya
3. Mendengarkan tapi lebih selektif pada bagian-bagian tertentu dari pembicaraan.
4. Mendengarkan secara atentif dan menaruh perhatian dan memfokuskan enegi pada kata-kata yang diucapkannya.
5. Mendengarkan secara empatik, mendengarkan untuk mengerti tapi untuk menjawab persoalan yang ada. Dalam arti mendengar bukan hanya dengan telinga saja tetapi dengan mata dan hati.
Dengan melihat tingkatan mendengar diatas maka mendengarkan membutuhkan keterampilan khusus, sebagaimana berbicara. Karena mendengarkan adalah cerminan pribadi seseorang. Sebagaimana diungkapkan oleh David J. Schwartz (1996:154) mengungkapkan bahwa :
“… semakin besar orang yang bersangkutan, semakin cenderung ia mendorong anda untuk berbicara, semakin kecil orang yang bersangkutan semakin cenderung ia mengkhotbahi anda”.
Kebanyakan pemimpin yang baik didalam semua bidang kehidupan menghabiskan jauh lebih banyak waktu meminta nasehat dan meminta pendapat bawahannya daripada banyak berbicara.
Diantara keterampilan mendengar diungkapkan BS.Wibowo,dkk (2002:92) dari kupasan Geoff Nightingale dalam Synergenic antara lain :
Dengarkan gagasannya bukan fakta dan tanyalah diri sendiri apa yang pembicara maksudkan.
Nilailah isinya, bukan cara penyampaiannya.
Dengarkan dengan penuh harapam, jangan langsung kehilangan minat
Jangan cepat menarik kesimpulan
Sesuaikan pencatatan anda dengan pembicaraan
Pusatkan perhatian, jangan mulai bermimpi dan jagalah mata anda agar tetap tertuju pada pembicaraan.
Jangan mendahului pikiran pembicara, anda akan kehilangan jejak.
Dengarlah dengan sungguh-sungguh waspada dan bergairah.
Kendalikan emosi waktu mendengar
Bacalah fikiran anda, berlatihlah untuk menerima informasi baru.
Bernafaslah perlahan dan dalam-dalam
Jangan tegang santai sajalah.
Sedangkan menurut James K. Van Fleet (1996:179) dalam bukunya : “Key to Success with people” mengungkapkan seni mendengar yang efektif sebagai berikut :
Berikan sepenuh hati pada orang lain
Mendengarkan dengan serius
Tunjukan minat pada perkataan orang
Usahakan bebas gangguan
Tunjukan kesabaran
Bukalah pikiran anda
Dengarkan setiap gagasan
Hargai isinya, bukan cara penyampaiannya.
Turunkan senapan anda
Belajarlah mendengarkan apa yang tersirat.
Sedangkan David J Swartz dalam bukunya “The Magic of Thinking Big” (1996: 154) mengungkapkan seni mendengar kedalam tiga tahapan dan untuk menguatkannya dengan cara bertanya dan mendengarkan :
Dorong orang lain berbicara
Uji pandangan anda dalam bentuk pertanyaan
Berkonsentrasilah pada apa yang dikatakan orang lain
Salah satu kebutuhan manusia yang terbesar adalah didengarkan ketika ia sedang berbicara. Namun, sedikit sekali orang yang bersedia menjadi pendengar yang baik. Orang lebih suka berbicara. Apa saja sih manfaat mendengarkan?
Pertama, mendengarkan berarti anda sedang membangun hubungan dengan si pembicara. Orang itu akan merasa diperhatikan dan selanjutnya ia akan berbalik memerhatikan anda. Setidaknya, ia akan lebih memerhatikan anda karena ia sudah didengarkan.
Kedua, mendengarkan dapat memberi kelegaan bagi si pembicara saat ia menghadapi masalah. Anda mungkin tidak dapat memberikan solusi atas masalah yang sedang ia hadapi. Tetapi, dengan mendengarkan, anda sudah menolong orang itu untuk mengatasi sebagian masalahnya.
Ketiga, mendengarkan dapat memberi pencerahan. Orang akan lebih mudah menerima pendapat anda setelah ia didengarkan. Dalam hal ini langkah-langkah pencerahan tersebut adalah: 1) anda perlu mendengarkan sambil sesekali mengajukan pertanyaan; 2) baru kemudian anda memberikan pendapat atau penjelasan anda.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari suatu pembicaraan, kita perlu mendengarkan terlebih dahulu.
Saran-saran yang harus dilakukan apabila ada seseorang yang berbicara di depan kita :
Berhentilah berbicara ketika harus mendengarkan
Anda tak bisa mendengar dengan baik jika Anda terus berbicara. Berilah kesempatan pada orang lain untuk mengemukakan pendapatnya hingga selesai. Jangan potong pembicaraan orang lain.
Jika Anda mendengarkan dengan baik, Anda tak hanya membangun hubungan emosi dengan orang tersebut, namun Anda juga telah berhasil menunjukkan penghargaan padanya karena Andabersediamendengarkandirinya.
Tunjukkan perhatian yang sungguh-sungguh
Tatap mata lawan bicara Anda saat ia berbicara. Jauhkan segala hal yang bisa mengganggu, seperti televisi, membacakoran, atau sms.

Tunjukkan rasa empati
Hal ini mungkin dilakukan bila Anda bersedia berusaha menempatkan diri pada posisinya.
Kenali juga karakter lawan bicara anda
Ada orang-orang tertentu yang mudah sekali mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya, namun beberapa orang sepertinya mengalami kesulitan. Untuk itu, diperlukan pengertian dan kesabaran ekstra.


Lontarkan pertanyaan yang tepat
Maksudnya adalah pertanyaan yang sifatnya memancing nasihat, pendapat, atau pandangan, dan bukan bersifat menyerang atau memojokkan.

Jagalah emosi anda
Jagalah hati dan emosi Anda sampai ia selesai berbicara. Jangan mudah terpancing oleh kemarahan, kekhawatiran, maupun prasangka yang belum jelas. Konfirmasi informasi yang Anda dengar. Pastikan bahwa apa yang ia sampaikan sesuai dengan apa yang Anda tangkap.

Televisi Sebagai Obyek Study Ilmu Komunikasi

Posted by Hasan Ismail on Minggu, 25 Oktober 2009 , under | comments (1)



Televisi Sebagai Obyek Study Ilmu Komunikasi, Karakteristik , Kelebihan Dan Kekurangannya, Pengertian Dan Sejarah Televisi

setelah saya menulis tentang zakat nah selanjutnya tentang ilmu komunikasi.
Televisi merupakan perkembangan medium berikutnya setelah radio yang di ketemukan dengan karakternya yang spesifik yaitu audio visual. Televisi merupakan obyek study ilmu komunikasi yang dapat melingkupi sebuah fenomena yang unik dalam kehidupan manusia. Keunikannya bukan hanya pada fenomena komunikasinya itu sendiri yang tampak sederhana tapi memiliki kompleksitas yang luar biasa, namun juga pada dimensi-dimensinya yang meliputinya yakni mencakup semua aspek kehidupan manusia baik psikologis, sosial, kultural, politik, ekonomi dan teknologi sehingga banyak pengertian yang dibuat mengenai komunikasi, tergantung dari perspektif yang digunakan dalam membangun pengertiannya itu.
Dengan berkembangnya cakupan kajian komunikasi, maka objek kajian komunikasi tidak lagi hanya terbatas pada masalah pers atau suratkabar yang dikenal dengan ilmu pers atau jurnalistik, atau yang menyangkut dengan media komunikasi massa seperti surat kabar, majalah, radio, televisi dan film, atau pernyataan umum (publisistik). Akan tetapi mencakup pada seluruh pernyataan antar manusia baik pernyataan langsung antar pribadi ataupun dengan menggunakan media. Dengan menggunakan model komunikasi yang diformulasikan oleh Harold D. Laswel, maka objek kajian komunikasi mencangkup :
• Kajian tentang penyampai pesan (sender)
• Kajian tentang isi pesan (message)
• Kajian tentang penerima pesan (receiver)
• Kajian tentang media penyampai pesan (media communication)
• Kajian tentang pengaruh yang ditimbulkan oleh pesan (effect of communication)

Karakteristik Televisi
Pada bagian ini, Anda akan diajak untuk memahami lebih jauh tentang media televisi, baik itu melalui karakteristik televisi sebagai media masa maupun karakteristik teknis dari televisi itu sendiri sebagai media elektronik serta sebagai media visual gerak.
Pemahaman tentang karakteristik ini dianggap penting, karena dalam karakteristik ini akan dibahas hal-hal yang harus diperhatikan oleh para pengembang program televisi, baik itu sebagai penulis naskah maupun pelaksana produksi.
Bagi penulis naskah program televisi, ia akan dapat memilih materi yang cocok untuk ditelevisikan dan memaksimalkan potensi televisi sebagai media. Sedangkan bagi pelaksana produksi ia dapat mengatisipasi hal-hal yang menjadi keterbatasan televisi sebagai media, khususnya keterbatasan dari segi teknis. Oleh karena itu sekali lagi, dengan mengenal secara baik karakteristik media televisi akan membantu dalam mewujudkan suatu program televisi yang bermutu.
Karakteristik Televisi sebagai Media Massa
Berbeda dengan penonton film, penonton televisi mempunyai karakteristik yang agak unik, karena masing-masing mempunyai kebutuhan yang berbeda satu sama lain. Selain itu penonton televisi (broadcast) tersebar dimana-mana. Walaupun waktu menontonnya sama tetapi mereka tidak dapat berkomunikasi sata sama lain. Penonton televisi boleh dikatakan bebas, artinya ia menonton televisi bukan karena paksaan tetapi karena tertarik. Mungkin program yang ditayangkan sesuai dengan kebutuhannya, mungkin juga karena tidak ada hiburan lain. Namun demikian sebagai seorang (calon) pengembang program televisi, Anda harus menyadari sepenuhnya keaneka ragaman jenis dan sifat penonton ini, karena tidak mungkin kita dapat membuat program yang memenuhi kebutuhan semua khalayak. Untuk mengatasi keaneka ragaman tersebut, maka sebaiknya tentukanlah satu kelompok sasaran yang memiliki sifat, karakter, dan latar belakang yang sama. Bila Anda sudah menentukan sasaran yang jelas usahakanlah meraih perhatian mereka semaksimal mungkin melalui setiap gambar yang terlihat dan setiap suara yang terdengar. Atau dengan kata lain setiap gambar, setiap kata dan setiap bunyi yang kita bangun harus ada maksudnya dan mampu menarik perhatian penonton.
Kelebihan televisi :
1. Kesan realistik : audio visual
2. Masyarakat lebih tanggap : ditonton dalam suasana santai, rekreatif
3. Adanya pemilahan area siaran (zoning) dan jaringan kerja (networking) yang mengefektifkan penjangkauan masyarakat
4. Terkait erat dengan media lain.
5. Cepat, dari segi waktu, media elektronik tergolong cepat dalam menyebarkan berita ke masyarakat luas.
6. Terjangkau luas, media elektronik menjangkau masyarakat secara luas.
Kelemahan Televisi:
1. Jangkauan pemirsa massal, sehingga pemilahan (untuk kepentingan pembidikan pangsa psar tertentu) sering sulit dilakukan
2. Iklan relatif singkat, tidak mampu menyampaikan data lengkap dan rinci (bila diperlukan konsumen)
3. Relatif mahal
4. Pembuatan iklan tv cukup lama

Sejarah Televisi
Pada tahun 1873 seorang operator telegram asal Valentia, Irlandia yang bernama Joseph May menemukan bahwa cahaya mempengaruhi resistansi elektris selenium. Ia menyadari itu bisa digunakan untuk mengubah cahaya kedalam arus listrik dengan menggunakan fotosel silenium (selenium photocell). Joseph May bersama Willoughby Smith (teknisi dari Telegraph Construction Maintenance Company) melakukan beberapa percobaan yang selanjutnya dilaporkan pada Journal of The Society of Telegraph Engineers. Hal ini merupakan embrio dari teknologi perekaman gambar.
Setelah beberapa kurun waktu lamanya kemudian diciptakan sebuah piringan metal kecil yang bisa berputar dengan lubang-lubang didalamnya oleh seorang mahasiswa yang bernama Julius Paul Gottlieb Nipkow (1860-1940) atau lebih dikenal Paul Nipkow di Berlin, Jerman pada tahun 1884 dan disebut sebagai cikal bakal lahirnya televisi. Sekitar tahun 1920 John Logie Baird (1888-1946) dan Charles Francis Jenkins (1867- 1934) menggunakan piringan karya Paul Nipkow untuk menciptakan suatu sistem dalam penangkapan gambar, transmisi, serta penerimaannya. Mereka membuat seluruh sistem televisi ini berdasarkan sistem gerakan mekanik, baik dalam penyiaran maupun penerimaannya. Pada waktu itu belum ditemukan komponen listrik tabung hampa (Cathode Ray Tube)
Televisi elektronik agak tersendat perkembangannya pada tahun-tahun itu, lebih banyak disebabkan karena televisi mekanik lebih murah dan tahan banting. Bukan itu saja, tetapi juga sangat susah untuk mendapatkan dukungan finansial bagi riset TV elektronik ketika TV mekanik dianggap sudah mampu bekerja dengan sangat baiknya pada masa itu. Sampai akhirnya Vladimir Kosmo Zworykin (1889-1982) dan Philo T. Farnsworth (1906-1971) berhasil dengan TV elektroniknya. Dengan biaya yang murah dan hasilnya berjalan baik, maka orang-orang pada waktu itu berangsur-angsur mulai meninggalkan tv mekanik dan menggantinya dengan tv elektronik.
Vladimir Zworykin, yang merupakan salah satu dari beberapa pakar pada masa itu, mendapat bantuan dari David Sarnoff (1891-1971), Senior Vice President dari RCA (Radio Corporation of America). Sarnoff sudah banyak mencurahkan perhatian pada perkembangan TV mekanik, dan meramalkan TV elektronik akan mempunyai masa depan komersial yang lebih baik. Selain itu, Philo Farnsworth juga berhasil mendapatkan sponsor untuk mendukung idenya dan ikut berkompetisi dengan Vladimir.

Strategi Komunikasi

Posted by Hasan Ismail on Selasa, 16 Juni 2009 , under | comments (0)




Strategi Komunikasi
Strategi komunikasi yang merupakan panduan perencanaan komunikasi(communication planning) dengan manajemen komunikasi (communication management) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Strategi komunikasi ini harus mampu menunjukan bagaimana operasionalnya. secara praktis harus dilakukan dalam arti kata bahwa pendekatan (approach) bisa berbeda sewaktu-waktu tergantung pada situasi dan kondisi.
Menurut Asmuni Syukri dalam buku Dasar-dasar strategi dakwah islam ia mengungkapkan bahwa: Strategi komunikasi sebagai metode, siasat atau taktik yang digunakan dalam proses kegiatan-kegiatan komunikasi. Strategi dalam usaha berkomunikasi harus memperhatikan beberapa aspek komunikasi, yaitu:
a. Asas Fisiologis, asas ini membicarakan masalah yang erat hubungannya dengan tujuan-tujuan yang hendak dicapai dalam proses dan kegiatan komunikasi.
b. Asas keahlian dan kemampuan komunikator
c. Asas Sosiologis, asas ini membahas masalah yang erat hubungannya dengan situasi dan kondisi sasaran komunikasi.
d. Asas psikologis. Asas ini berhubungan dengan kejiwaan manusia.
e. Asas efektifitas dan efisiensi, asas ini maksudnya dalam kegiatan komunikasi harus berusaha menyeimbangkan antara waktu, biaya dan tenaga yang dikeluarkan dengan pencapaian hasilnya, artinya ketiga hal tersebut harus sesui dengan hasil dan tujuan komunikasi yang dicapai.